Sunday, August 4, 2024

PPKn Kelas XII BAB 1 - Ber-Pancasila dalam Keseharian di Masyarakat (Bagian 1)

 


BAB 1 Berpancasila dalam Kehidupan di Masyarakat
Bagian 1 - Saya dan Pancasila

Materi Pendidikan Pancasila Fase F Kelas 12 Kurikulum Merdeka, untuk Elemen Pancasila adalah Ber-Pancasila dalam Keseharian di Masyarakat

Materi Pancasila terdiri dari 4 bagian , yaitu :

Saya dan Pancasila
Saya Ber-Pancasila
Laporan Rancangan Portofolio
Artikel ini merupakan Rangkuman dari bagian 1, Ber-Pancasila dalam Keseharian Masyarakat, sumber dari Buku Teks Utama, Buku Siswa kelas 12.

Bab 1: Ber-Pancasila dalam Keseharian di Masyarakat.

Materi ini membahas pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai identitas nasional. Kamu diharapkan mampu menerapkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai  Pancasila melalui penyusunan portofolio Saya Ber-Pancasila.

Saya dan Pancasila

Bagian ini menjelaskan hubungan antara individu dan Pancasila, dimana nilai-nilai Pancasila berasal dari budaya dan tradisi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, menjaga Pancasila berarti mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Sudahkah Kita Ber-Pancasila?

Menggali Pancasila dari Tradisi:

Ir. Sukarno menyatakan bahwa Pancasila bukanlah ciptaannya, melainkan hasil penggalian dari tradisi-tradisi bangsa Indonesia.

Nilai-nilai Pancasila telah dipraktikkan oleh nenek moyang kita elalui berbagai tradisi seperti gotong royong, musyawarah, solidaritas, dan kepercayaan kepada Tuhan.

Tradisi Gotong Royong:

Bangsa Indonesia sejak dulu telah terbiasa bergotong royong dalam berbagai kegiatan seperti bercocok tanam, membangun rumah, dan acara-acara adat.

Contoh tradisi gotong royong yang masih ada hingga kini meliputi sinoman di Jawa, nganggung di Bangka, marsialapari di Mandailing, Rambu Solo di Toraja, dan ngayah di Bali.

Gotong royong mengedepankan kerjasama dan kepedulian, dimana kepentingan kolektif lebih diutamakan daripada kepentingan individu.

Tradisi Musyawarah:

Musyawarah merupakan tradisi bangsa Indonesia dalam mengambil keputusan. Dalam musyawarah, setiap orang memiliki hak yang setara untuk menyampaikan pendapat dan tidak boleh memaksakan kehendak.

Keputusan yang dihasilkan dari musyawarah harus dipatuhi oleh semua pihak.

Solidaritas dan Empati:

Bangsa Indonesia dikenal memiliki solidaritas dan empati yang tinggi. Masyarakat saling membantu dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan.

Bantuan dan pertolongan ini mencerminkan nilai-nilai Pancasila yang telah menjadi bagian dari tradisi.

Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa:

Sejak dulu, bangsa Indonesia percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kepercayaan ini masih dapat dijumpai hingga kini, dimana masyarakat menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dalam kehidupan sehari-hari.

Adaptasi dan Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila

Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia bersumber dari tradisi dan budaya bangsa. Nilai-nilai Pancasila terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tetap relevan untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila  dalam masyarakat lebih baik dibandingkan dengan kalangan pejabat.

Pentingnya Pengamalan Pancasila

Pengamalan nilai-nilai Pancasila perlu terus ditingkatkan untuk mengatasi berbagai persoalan bangsa.

Jika semua elemen bangsa mengamalkan Pancasila dengan baik, Indonesia akan lebih cepat maju, hidup rukun, damai, dan tidak banyak terjadi kekerasan.

Refleksi Diri

Setiap individu perlu merefleksikan apakah perilakunya sudah mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

Pengamalan nilai-nilai Pancasila dimulai dari diri sendiri dan akan berkontribusi untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Pertanyaan reflektif seperti, Apakah perilakumu sudah mencerminkan nilai-nilai Pancasila? Perilaku seperti apa yang kamu lakukan di rumah,

di sekolah, maupun di lingkungan Masyarakat? dapat membantu dalam mengevaluasi diri dan mengarahkan tindakan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Menilai Perilaku dengan Nilai-Nilai Pancasila

Untuk menilai apakah perilaku kita mencerminkan nilai-nilai Pancasila, kita dapat merujuk pada nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila berdasarkan Peraturan BPIP No. 2 Tahun 2022 tentang Materi Dasar.

Sila 1: Ketuhanan Yang Maha Esa

  1. Beriman dan Bertuhan: Bangsa Indonesia adalah bangsa yang beriman kepada Tuhan dan menolak paham anti-Tuhan (ateisme).
  2. Saling Menghormati: Mengamalkan ajaran agama dengan beradab dan saling menghormati satu sama lain.
  3. Ibadah dengan Bebas: Menyembah Tuhan dan beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing secara bebas, beradab, dan adil.
  4. Harmoni Beragama: Melaksanakan ajaran agama dengan tetap menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  5. Tidak Memaksakan Agama: Tidak memaksakan agama atau kepercayaan kepada orang lain.
  6. Sila 2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

    1. Bersatu dengan Dunia: Indonesia adalah negara yang merdeka dan berdaulat, bekerja sama dengan masyarakat internasional tanpa bersikap chauvinistik.
    2. Menghormati Keberagaman: Menghendaki pergaulan dengan bangsa lain dengan prinsip saling menghormati nilai-nilai nasionalisme dan kearifan lokal.
    3. Menjunjung Hak Asasi Manusia: Menjunjung tinggi hak asasi manusia dan mengembangkan persaudaraan berdasarkan nilai-nilai keadilan dan keadaban.
    4. Kesetaraan Manusia: Mengakui dan memperlakukan manusia setara sesuai harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.
    5. Sikap Tenggang Rasa: Mengembangkan sikap saling tenggang rasa, memahami bahwa perbedaan suku, ras, agama, dan kepercayaan adalah keniscayaan yang tidak boleh menimbulkan pertentangan.

    Sila 3: Persatuan Indonesia

    1. Persatuan Nasional: Persatuan Indonesia tidak hanya timbul dari kesatuan nasib, tetapi juga dari kesatuan antara orang dan tanah air yang didiaminya.
    2. Semangat Kebangsaan: Persatuan Indonesia dilandasi semangat kebangsaan yang melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.
    3. Kepentingan Bersama: Menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
    4. Cinta Tanah Air: Mengembangkan rasa cinta tanah air dan bangsa serta bersedia berkorban untuk kepentingan negara jika diperlukan.
    5. Kebanggaan Nasional: Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
Sila 4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
  1. Negara untuk Semua: Negara Indonesia didirikan untuk semua yang bertanah air Indonesia, bukan untuk satu golongan.
  2. Kedaulatan Rakyat: Negara demokrasi yang mengakui dan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat dengan prinsip permusyawaratan.
  3. Demokrasi Permusyawaratan: Demokrasi Indonesia adalah demokrasi yang berlandaskan permusyawaratan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial.
  4. Menghormati Keputusan Musyawarah: Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai melalui musyawarah dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab.
  5. Menolak Diktator Mayoritas dan Tirani Minoritas: Tidak mengenal sistem diKtator mayoritas dan tirani minoritas.
  6. Sila 5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

    1. Meningkatkan Kesejahteraan: Negara Indonesia didirikan untuk memajukan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia, baik lahir maupun batin.
    2. Kedaulatan Rakyat dalam Keadilan: Mengakui dan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat dengan prinsip permusyawaratan dalam lembaga perwakilan.
    3. Hak Pendidikan dan Penghidupan: Negara wajib menjamin setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan, pekerjaan, dan penghidupan yang layak, bermartabat, dan adil.
    4. Nilai-Nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan: Keputusan diambil berdasarkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan untuk mewujudkan keadilan.
    5. Penggunaan Hak Milik: Tiap warga bangsa tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.


No comments:

Post a Comment

KELAS X BAB 2 - MEMBANGUN BUDAYA TAAT HUKUM

Rangkuman Materi Pancasila Kelas 10 Bab 2 Membangun Budaya Taat Hukum Membangun Kesadaran Hukum Untuk menjamin keberlangsungan dan keseimban...